Jalanan

Perempuan perasa. itulah aku. Bagiku kenangan adalah sesuatu yang sulit dilupakan.

Kemarin, aku kembali melewati jalan itu.
Dua tahun lalu jalanan itu adalah jalanan wajib yang ku lewati. Karena disana adalah tempat kita berkumpul. Sahabat masa lalu.

Jalanan pertama..
Aku masih ingat, kala itu hujan deras. Setelah merapi akhirnya mereda aku memutuskan pulang. Sendirian naik kereta karena bandara ditutup akibat hujan abu.
Kalian mengantarkanku ke stasiun. Aku memeluk erat. Entah kenapa aku merasa itu pelukan terakhir. Aku takut jika setelah itu kita memang tak lagi sama.
Aku pulang membawa hati yang sedikit retak diiringi airmata yang turun tanpa bisa dicegah.
Dua minggu setelah itu semua berubah. Hatiku bukan lagi retak, tapi sudah pecah. Perubahan itu memisahkan kita semua. Kita akhirnya memilih jalan sendiri-sendiri.

Jalanan kedua..
Setelah semua berubah, kita sesekali masih bersama, tertawa bersama, makan bersama.
Tapi keadaan memang sudah tidak sama, ada cinta diantara kita semua. Cinta yang menjadikan kita semua semakin jauh.
Salah siapa sebenarnya? Salahkan jika jatuh cinta? Salahkan persahabatan? Yang salah adalah perasaan yang tak tahu diri. Tak bisa menempatkan dengan benar. Cinta memang buta.
Dan kita semua benar-benar terpisah.


Tanpa sadar kemarin aku meneteskan airmata, mengenang semua kisah antara kita.
Aku merindukan masa-masa kita tertawa bersama di jalanan itu.



You May Also Like

0 komentar

GOODREADS

Vicantika (Nurlovi Lestari)'s books on Goodreads
Online Wedding Online Wedding
reviews: 7
ratings: 38 (avg rating 2.95)

Bride Wars Bride Wars
reviews: 2
ratings: 27 (avg rating 3.63)