Yang tak terkatakan olehku

Jangan terlalu banyak berharap jika tak ingin sakit dan kecewa.

Kalimat itu harusnya kutanamkan dalam diriku sendiri.

Apa salah jika aku berharap ada yang berbeda dari biasanya? Hanya sekali dalam setahun!
Hari ini aku memutuskan tidak bekerja, hanya karena aku berharap.
Dari pagi aku menunggu, tapi kekecewaan yang terus menerus ku dapat.
Aku tak menuntut banyak, hanya sebentar saja.

Kau tau, aku merindukan berbicara tentang kita, bukan tentang kau ataupun aku.
Apakah kau menyadari, ada sesuatu yg membuat kita perlahan menjauh.

kemarin, aku berharap kau akan datang.
Aku berharap kau akan memintaku menemanimu.
Aku pasti rela meninggalkan semuanya demi dirimu. Bukankah itu yang selalu kulakukan?
Tapi kekecewaan yang datang menghampiriku.

Dan hari ini kekecewaan datang secara beruntun, menabrak hatiku yang memang tak pernah kokoh.

Aku masih gadismu seperti 2 tahun lalu. Masih gadis yang cengeng.
Bahkan genggaman tanganmu tak bisa lagi menenangkan hatiku.
Haruskah ku lepas genggaman tanganmu?

Aku tak mempersalahkan kepulangan besok, aku juga tak ingin egois dengan menahanmu.
Tapi hari ini dan kemarin, aku berharap banyak.
Otakku penuh dengan imanjinasi yang tak tersampaikan.
Aku hanya bisa memendamnya dalam hati.

Aku sama seperti wanita kebanyakan, tak mungkin aku harus mengungkapkan apa yang ku inginkan terlebih dahulu,
Maka menebaklah. Cari tau apa yang ku inginkan.

Malam ini, kau memintaku menjaga hatimu. Aku melakukannya sejak pertama kali kita memutuskan berpacaran.
Aku ingin bertanya, apakah menjaga hati yang ada dalam definisimu hanya sekedar tidak berselingkuh?
Aku seorang wanita, definisiku lebih dari itu.
Aku ingin bertanya lagi, apakah kau menemuiku hanya sekedarmenemaniku makan? mengantar jemputku?
Aku bisa makan sendiri. Ketika aku bisa melakukan semuanya sendirian, apalagi alasan kita bertemu?
Tidak ada.

Aku suka nonton film korea, aku suka membaca novel.
Aku ingin sesekali menjadi tokoh di dalamnya, bukan hanya terus menonton.
Aku mengharapkan seseorang yang romantis, salahkah aku?
Bukankah itu impian semua wanita?
Tidak setiap hari. Aku juga tau diri. HANYA SESEKALI!

Semoga setelah ini kamu tidak lagi bertanya aku kenapa. Karena aku bosan harus menjawab dengan kata tidak apa-apa.

You May Also Like

0 komentar

GOODREADS

Vicantika (Nurlovi Lestari)'s books on Goodreads
Online Wedding Online Wedding
reviews: 7
ratings: 38 (avg rating 2.95)

Bride Wars Bride Wars
reviews: 2
ratings: 27 (avg rating 3.63)