Anak kecil vs Dewasa

Dear blogku sayang,

Mau cerita tentang kejadian bertanggal 30 Juli 2013.
Ceritanya lagi pesantren kilat bareng 4 temanku.
Kami cerita-cerita karakter diri masing-masing.
Tiba giliranku.....
Seseorang bilang kayak gini,
"Lovi.. seneng dipuji, pengen dingertiin orang lain tapi ga mau bilang apa yang dia mau, masih kayak anak kecil.........."

Oke, aku masih kayak anak kecil, so why?
Aku bosen jadi orang dewasa yang peduli dan perhatian sama semua orang.
Aku juga pengen diperhatiin,
itulah alasan aku bertingkah seperti anak kecil!

Sifatku jadi selalu pengen jadi leader, paling ga bisa cuek sama orang lain,
aku juga ga bisa jadi pemandu sorak di belakang karena udah terbiasa di depan.
Itu, aku banget.

Membiarkan diriku dipimpin dalam hal ini artinya aku belajar mempercayai pemimpinku.
Itulah dewasanya aku.
Aku membiarkan diriku menjadi anak buah yang juga 'care' pada atasannya.

Orang yang mengatakan aku 'anak kecil' berarti ga mengenal seberapa dewasanya seorang Lovi,
seberapa kuatnya aku menjalani rintangan selama hidup.
Aku ga akan cerita gimana hidupku beberapa tahun terakhir,
tapi susah untuk bisa menjadi kuat.
Aku ga bermaksud sombong, tidak sama sekali!
Aku lagi mengoreksi perkataan 'anak kecil' yang ditujukan padaku.

Dewasanya aku,
kuatnya aku,
tegarnya aku,
hanya segelintir orang yang tahu.

Cengengnya aku,
manjanya aku,
egoisnya aku,
Itulah gambaran yang aku coba masukkan dalam pikiran orang.
Biarlah mereka menganggap aku seperti itu.

Akan ada saatnya nanti mereka melihat siapa Lovi.
Apa yang mampu Lovi lakukan.

Bye, readers..

You May Also Like

0 komentar

GOODREADS

Vicantika (Nurlovi Lestari)'s books on Goodreads
Online Wedding Online Wedding
reviews: 7
ratings: 38 (avg rating 2.95)

Bride Wars Bride Wars
reviews: 2
ratings: 27 (avg rating 3.63)