Kita


Ini cerita yang berbeda,
sehari sebelum mudik.

Mama nitipin aku ke kamu.
Mama bilang tentang semua sifat-sifatku, dan meminta kamu sabar menghadapiku.
Ah mama, sebegitu takutnya aku terluka.

Dua tahun ini, pelindungku melakukan tugasnya dengan baik,
sabar yang tak terbatas menghadapi 'tingkah ajaibku'.
Tidak pernah marah, tapi selalu mengingatkanku.
Mengajariku berbagai hal tentang etika dikala adatku semena-mena.
Mengajariku banyak hal.

Aku sering bertanya, "kamu ga bosen sama aku terus?"
dengan intensitas pertemuan setiap hari dikala itu.
Kamu jawab "ngga", dan bertanya balik apa aku bosen.
Yah, pembosan sepertiku sudah pasti merasakan 'itu'
Kita bertemu setiap hari dan melakukan kegiatan yang itu-itu lagi.
Aku bilang 'aku bosen'.

Seringkali aku nakal, tapi aku takut kehilangan kamu,
membandingkan semua orang yang keluar masuk hidupku dengan kamu,
aku tak menemukan yang bisa menjagaku seperti kamu.
Maafkan kenakalanku.

Ada yang bilang belum sah sebuah hubungan kalo belum pernah diajak ke rumah,
nah, dua tahun ini aku ga tahu rumahmu yang mana,
bahkan ketika kemarin keluargaku bertanya, aku bilang "belum pernah"
padahal keluargaku 'tahu' ayahmu yang mana.
Malu dong aku, sayang.

Mungkin aku juga yang turut andil bersalah, tidak pernah siap ke rumahmu.
Aku takut, lagipula ajakanmu itu tidak terdengar bersungguh-sungguh.
Salah siapa?

Aku merasa perhatianmu  berkurang akhir-akhir ini,
mungkin karena kamu di rumah dengan segala kesibukanmu.
Aku egois, tapi aku wanita biasa yang butuh diperhatikan.
Tidak ada sapaan selamat pagi saat bangun tidur, aku merindukan itu semua.
Aku merindukan kamu yang dulu.


You May Also Like

0 komentar

GOODREADS

Vicantika (Nurlovi Lestari)'s books on Goodreads
Online Wedding Online Wedding
reviews: 7
ratings: 38 (avg rating 2.95)

Bride Wars Bride Wars
reviews: 2
ratings: 27 (avg rating 3.63)