Akibat dari kecewa

                                                          (gambar: dok. google)

Halo lagi..

Setelah jum'at malam kamu sukses bikin aku nangis perasaanku makin kacau balau. Terima kasih.
Sampai-sampai keesokan harinya aku sadar melaju kencang waktu berangkat PPL dengan kecepatan 100km. Kamu berhasil membuat aku stres. 
Kamu tahu? Akhir-akhir ini kamu sering sekali membuat aku menagis. Entah aku yang sensitif, entah kamu yang tidak peka terhadap perasaanku.

Semalam (malam minggu), kamu memilih nonton streetball (basket) daripada aku. Kamu tanya apakah tidak apa-apa? Lalu aku harus menjawab apa? Aku menjawab tidak apa-apa padahal sebenarnya aku kecewa. Tapi aku tidak ingin menjadi posesif hanya karena melarangmu ini itu. Dan jadilah aku yang terluka lagi.

*FLASHBACK*

2 tahun lebih kan ya? Dulu hampir setiap hari kita bertemu. Bosan terkadang, tapi aku senang.

Sekarang? Mungkin karena kita sama-sama sibuk hingga tidak ada waktu untuk bertemu. Komunikasi yang buruk membuat kita semakin jauh. Sadarkah kamu kita berubah?

Sekarang aku terbiasa melakukan segala hal sendirian. Aku harus bagaimana lagi? Meminta bantuanmupun aku takut. Hingga akhirnya aku hanya bisa menangis jika semua masalah yang datang tak bisa kuselesaikan. Tak ada lagi bahumu. Tak ada lagi pelukan.

Aku merindukan segala hal dimasa lalu. Ketika aku bilang 'kangen' kamu langsung datang. Ketika aku bilang 'lapar' kamu akan mengajakku makan bersama. Aku rindu semuanya. Tapi itu semua masa lalu kan? Masa lalu tak pernah bisa kembali.

Kamu membuatku merasakan kekecewaan yang amat sangat banyak sejak beberapa bulan terakhir. Aku egois memang. Aku menginginkan segala hal berjalan dengan baik.

Aku pernah merangkai khayalan untuk bersamamu setelah lulus nanti. Sekarang? Khayalan itu perlahan memudar. Menghilang. Lenyap. Jangan salahkan aku! Kamu turut andil didalamnya.

Aku pasrah kemanapun nanti takdir membawaku. Aku hanya berusaha menjalalani semuanya dengan baik, saat ini. Dengan atau tanpa kamu. 

Kamu perlu tahu, aku tetaplah wanita. Wanita selalu butuh perhatian dan itu berlaku padaku juga. Sayangnya kamu tak peka.

Sadarkah kamu aku berubah jika didekatmu? Kamu tahu kenapa? Karena perasaan dalam hatiku kini perlahan memudar dan berganti dengan rasa kecewa.
Satu-satunya alasanku bertahan karena rasa sayang yang masih ada.
Kamu takkan lagi melihat senyum menhias wajahku. Takkan ada lagi yang dulu untukkmu karena aku tahu takkan ada kamu yang dulu juga untukku.
Aku yang sekarang adalah wanita yang keras, pemarah, mandiri, dan tegar.

Kita akan lihat sampai mana kita akan bertahan.

You May Also Like

0 komentar

GOODREADS

Vicantika (Nurlovi Lestari)'s books on Goodreads
Online Wedding Online Wedding
reviews: 7
ratings: 38 (avg rating 2.95)

Bride Wars Bride Wars
reviews: 2
ratings: 27 (avg rating 3.63)