APA?


Aku harus bagaimana Tuhan?
Setelah sekian lama jarak ini kian merenggang. Kenapa baru bertanya sekarang ada apa dengan kita? Apa yang salah?

Apa yang salah?
Mungkin kita terlalu percaya diri bahwa kepercayaan adalah segala-galanya hingga komunikasi yang memburuk terabaikan.
Bagaimana bisa selama ini akulah makhluk aktif dalam hubungan ini. Sedang kamu selalu mengikuti mauku.
Aku egois. Aku layaknya wanita lain yang terkadang ingin merasakan dominasi lelaki. Tetapi bertahun berlalu tak kudapatkan yang kuinginkan.

Salahnya adalah komunikasi kita yang tak pernah baik.
Aku yang introvert tak mampu membagi apapun isi pikiranku padamu. Dan kamu yang selalu meng-amin-i tingkahku.
Kita selalu memilih berada di jalur bebas hambatan. Tak ada pertengkaran. Datar. Dan akhirnya hambar.
Aku semakin sibuk dengan pikiran burukku tanpa mau tahu apa yang ada dalam kepalamu.
Dan aku akhirnya memilih masuk kembali ke dalam tembok yang kubuat sendiri. Aku tak ingin tersakiti.
Aku tidak akan membiarkan diriku menangis lagi. Tidak setelah semua perjuanganku untuk bangkit kembali.

Lalu bagaimana dengan kamu?

Kamu tahu akhir-akhir ini aku sering melihat awan.
Bahkan awan membentuk wajah sedihku.
Air mataku mengalir deras.

Aku tak tahu apa yang hatiku ingini.
Yang aku tahu, perasaan ini menyesakkan dada. Membuatku susah bernafas.

You May Also Like

0 komentar

GOODREADS

Vicantika (Nurlovi Lestari)'s books on Goodreads
Online Wedding Online Wedding
reviews: 7
ratings: 38 (avg rating 2.95)

Bride Wars Bride Wars
reviews: 2
ratings: 27 (avg rating 3.63)