Cinta Sendirian

Tahukah kamu aku mengagumimu
Dengan sepenuh hati
Hati yang tak bernyali

Tahukah kamu aku memiliki fotomu
Ku pandang pandangi
Ku pandang pandangi tak henti henti
Bila saja engkau tahu betapa besar rasaku
Rasa cintaku padamu
Di kejauhan hatimu

Inikah namanya cinta sendirian yang ku rasakan
Tiada keberanian menyatakan aku cinta
Hatiku yang malang
Teruslah bertahan jangan kau hilang
Buktikan cintamu teramat dalam
Meski harus cinta sendirian
***

Tiba-tiba saja aku memutar lagu Cinta Sendirian dari Syahrini dan Rully Tampubolon di playlist-ku. Aku mendengarkannya lewat earphone yang sengaja kusumpal di telinga.
Dadaku rasanya sesak saat aku ikut bernyanyi mengikuti lirik lagu itu dan menghayatinya.
Cinta sendirian? Apakah aku juga harus mengalaminya?

"Mas, aku kangen."
"Iya."
Aku masih ingat, sore tadi aku bilang padamu jika aku rindu. Kamu hanya menjawab iya tanpa repot-repot mengatakan bahwa kamu juga merindukan aku. Ini memang bukan pertama kali, tetapi entah kenapa rasanya begitu menyakitkan dibanding yang sudah-sudah.
Kamu meminta aku mengerti bukan? Aku sudah melakukannya. Tetapi kamu juga harus mengerti bahwa aku tetaplah wanita yang butuh perhatian. Sekalipun hanya sebentar, adakah waktu untukku?
Tiga tahun kita menjalin kasih. Hubungan kita tidak selalu mulus, aku pernah menyakitimu bukan? 
Sayangnya aku tidak pernah menyangka jika balasanmu begitu kejam. Disaat aku sudah jatuh begitu dalam padamu, mengapa kau begitu tega menggores hatiku?
Kenapa tidak dulu, saat kita baru saja bertemu dan aku belum begitu memasrahkan hatiku padamu?
Aku sudah merelakan harga diriku untuk memintamu bertahan denganku, tidakkah kamu ingat? Disaat kamu tidak melakukan apapun untuk mempertahankan hubungan ini. Akulah yang menangis sendirian agar pondasi ini tetap kokoh. 
Kamu tidak pernah benar-benar memaafkanku bukan? Aku tahu itu. Aku bisa merasakan perubahan sikapmu, meskipun terjadi perlahan-lahan.
Aku juga berubah. Dulu aku begitu tegar karena tidak menggunakan hatiku seratus persen. Tetapi lama kelamaan aku jadi melankolis dan bergantung padamu. Aku jadi manja. Mungkin kamu muak padaku?!
Setelah ini, apakah kamu akan membiarkanku menjalani cinta ini sendirian?
***
Denting notifikasi pesan masuk membawaku kembali ke alam nyata. Dimana hanya ada aku dan deraian air mata yang tak berharga untukmu.
Aku cuma bisa minta maaf.
Seharusnya aku menghitung berapa kali kata maaf yang lolos dari bibirmu, tetapi aku sudah tidak mengingatnya. Apakah mungkin karena sudah terlalu banyak? Seharusnya aku menghitungnya, supaya aku bisa tahu sudah berapa banyak goresan dihatiku. Supaya aku bisa menambalnya dengan kesabaranku. Mungkin lain kali akan kuhitung, jika perlu kutempel di dinding kamarku, supaya aku bisa memberikan batas agar hatiku tidak menganga terlalu dalam.


04.07.14 - 22.25.

You May Also Like

0 komentar

GOODREADS

Vicantika (Nurlovi Lestari)'s books on Goodreads
Online Wedding Online Wedding
reviews: 7
ratings: 38 (avg rating 2.95)

Bride Wars Bride Wars
reviews: 2
ratings: 27 (avg rating 3.63)