Hati tak berpenghuni

Hai. Kali ini aku tidak lagi menulis untuk seseorang. Penasaran kenapa tidak? Karena saat ini hatiku tidak menyimpan rasa apapun dan tidak untuk siapapun.

Tulisan kali ini hanya untuk me-re-view siapa saja yang datang dan pergi dari hidupku.

Mari kita mulai...

Lelaki pertama tetaplah kamu, pisces-ku yang unyu. Rasanya menyenangkan bisa melepas kamu dari hatiku. Semacam rasa bahagia membiarkan kamu menjalani harimu dengan tetap ceria setelah aku pergi. Bohong rasanya jika aku tidak kecewa saat kamu tidak mempertahankanku saat aku ingin pergi. Tetapi bisa apakah aku ini? Keputusan ada ditanganmu. Kisah kita berakhir. Kamu tetap penghuni hatiku yang nakal.

Inginnya aku hanya berbicara tentangmu, tetapi nanti mereka iri. Jadi maafkan aku ya mas. Aku harus adil bukan?

Lelaki selanjutnya, ah aku agak sedikit lupa. Masih seorang kenalan. Tidak ada detakan istimewa yang bisa membuatku bertahan. Lagipula aku malas berkomitmen setelah hatiku dinyatakan hancur. Lagipula kami tidak sepakat membicarakan tentang komitmen jadi kami kembali berteman seperti sebelumnya. 

Selanjutnya sedikit gila. Inilah kenapa aku cenderung menjauh dan tidak suka berteman dengan orang dewasa. Pikiran mereka lebih gila dari aku yang beranjak dewasa. Diajak menikah oleh lelaki yang baru bertemu denganmu satu kali itu luar biasa gila. Hei, kita tidak sedang main drama. Pernyataan tentang 'menikah' bukanlah soal main-main.
Maaf saja, tetapi aku tidak percaya pada love at the first sight. Aku memang pecinta drama korea, tetapi aku selalu rasional dan menggunakan akal. Aku wanita yang penuh perhitungan. Positif dan negatif sudah terbayang dikepalaku. Kamu hanya tidak sadar bahwa aku wanita yang tidak punya hati. Jadi berhentilah sebelum aku berlaku kejam. Aku menghormatimu, sungguh! Aku percaya kamu lelaki baik. Tapi lelaki baik tidak pernah untukku. 

Begitu banyak lelaki yang datang dan menawarkan cinta padaku. Kukira mereka malah sedang berjualan obat. Karena tingkah mereka mirip sales. Katakanlah aku kejam. Tetapi maaf, aku tidak pernah jatuh cinta dengan mudah. Orang bilang, siapa yang bisa mengontrol hati? Ini hatiku. Milikku. Akulah yang menentukan harus jatuh pada siapa.

Piscesku yang unyu, tahu kenapa aku memilihmu waktu itu? Karena denganmu segalanya terasa benar. Karena denganmu aku tahu harus melakukan apa. Karena denganmu, aku tahu bahwa hatiku akan terluka dan kecewa. Aku memilih jatuh padamu karena denganmu aku tahu apa resiko yang akan kudapat. Untuk pertama kalinya aku berani mencintai tanpa takut kehilangan.

Aku bertanya-tanya, kenapa mereka dengan mudahnya bisa tertarik pada gadis 'gila' sepertiku? Aku harus mengakui bahwa aku memang menarik. Punya banyak teman lelaki sejak dulu selalu menyenangkan. Jadi tolong jangan salah paham, aku memang baik pada semua orang. Pernah dengar tentang koleksi dan seleksi. Nah diam-diam aku menyeleksi setiap lelaki yang berteman denganku. Aku punya cara jitu untuk menentukan 'layak atau tidak'. 

Tolong jangan bilang aku adalah playgirl. Karena nyatanya aku tidak mempermainkan hati siapa-siapa. Aku selalu menolak dengan tegas jika aku memang tidak ingin. Saat ini kondisi hatiku entah bagaimana. Jadi sampai saatnya hatiku kembali. Tolong jangan membebaniku dengan berbagai pernyataan cinta yang gila. Yang ada dalam pikiranku saat ini adalah menata hidup dengan baik.

Aku si pisces yang suka berenang, kini akan melangkah mencari jati diri. Menemukan kebahagiaanku. Jadi, mari kita lakukan yang terbaik.

Ciaoobelaaa :-D


You May Also Like

0 komentar

GOODREADS

Vicantika (Nurlovi Lestari)'s books on Goodreads
Online Wedding Online Wedding
reviews: 7
ratings: 38 (avg rating 2.95)

Bride Wars Bride Wars
reviews: 2
ratings: 27 (avg rating 3.63)