Perasaan Tak Bernama

Kutahan-tahan sampai sesak.  
Beruntung jua isak tak tampak. 
Hati menolak bijak 
Namun enggan pula merusak 
Jadi, biarlah aku beranjak. 
Sebelum luluh lantak

Kemungkinan, bukan cuma aku yang pernah berada di perasaan tak bernama ini. Benar, tanpa nama. Sebab aku juga bingung menyebutnya apa? Sedih? Sesak? Lantak? Entah.
Lantas, aku melarikan diri.
Mengabaikan segala. Oh tidak! Kubawa serta segala perasaanku.

Kemungkinan, perasaan ini tersebab ketidakberanianku untuk beranjak darinya.
Dia yang juga enggan kuungkap namanya.
Biar hatiku saja yang paham.

Lalu, sembari menulis ini, ada kopi, air mineral, sepiring kwetiau, dan kentang goreng yang menunggu kulahap. Juga barisan chat dari anak-anak yang membuat sudut bibirku akhirnya melengkung.

Akhirnya, aku paham bahwa rasa syukur patut dimunculkan lebih sering. Pun saat rasa di dada ingin meledak. Mulut ingin berteriak.

Esok hari, perasaan tak bernama itu kemungkinan akan muncul lagi. Akan tetapi, yang harus kulakukan adalah berlari lalu bersyukur.

You May Also Like

0 komentar

GOODREADS

Vicantika (Nurlovi Lestari)'s books on Goodreads
Online Wedding Online Wedding
reviews: 7
ratings: 38 (avg rating 2.95)

Bride Wars Bride Wars
reviews: 2
ratings: 27 (avg rating 3.63)