Catatan Panjang di Pengujung Tahun

by - 22.29

Hai.  Akhirnya kita tiba di pengujung Desember. Dalam hitungan hari akan berganti menjadi 2020. Dua nol dua nol. Artinya saya juga akan segera berdua. Ya, kan? Iya dong. Aamin-in saja dulu, tapi yang paling serius ya.


Baiqlaaaa. Cukup sudah intro-nya.

Jadi, yang akan kuceritakan saat ini adalah tentang love & hate-ku pada sebuah kegiatan.

Ya, kegiatan yang sudah duluan ada tingkat provinsinya baru muncullah kabupaten. Dilaksanakan saat liburan yang membuatku harus menangis karena tidak bisa pulang ke rumah.

Sungguh, rasanya nestapa sekali. Antara ingin menunaikan tanggung jawab atau menghadap kepsek untuk izin pulang. Namun, nuranilah yang menang. Lari dari tanggung jawab tentulah bukan aku sekali.

Steve Job bilang, "The only way to do great work is to love what you do."



Tibalah aku pada masa 'hate' yang menguras emosi dan kesehatan fisik saat satu per satu anak-anak tercintaku mangkir latihan dengan berbagai alasan. Sebagai makhluk perfeksionis, tentu saja ini membuatku tidak nyaman. Tapi, mengamuk juga bukan solusi. Aku hanya bisa menenangkan diri.

Administrasi, keuangan, dan jadwal. Ketiganya berada di pundakku. Wajar jika seringkali aku ingin berteriak, "PERASAAN GUE SIAPA YANG NANGGUNG WOY?"

Untunglah aksi tutup mulut dan ngambekku nggak bertahan lama. Kembali lagi aku memberitahu diriku sendiri bahwa mereka adalah anak-anak SMP dan zaman sudah berubah. Aku hanya harus lebih sabar. Aku hanya harus mengarahkan mereka saat mereka tersesat dan tak tahu arah jalan pulang.


Tidak mudah memang jadi orang yang terbiasa turun tangan dalam hal apa pun. Meski rasanya ingin seperti yang lain: duduk, lihat, cenderung masa bodoh, tapi aku tidak bisa. Ya gimana, namanya kebiasaan tidak akan bisa berubah drastis. Menantang matahari, berlari di tengah hujan adalah bagian dari tanggung jawab dan cinta. Inilah love & hate yang kumaksud.

Kerja ya kerja. Bukan kerja pas ada atasan doang. Cari muka itu sih namanya. Eh, maaf. Jadi ber-ghibah ya, wkwk. Hmm, begitulah suka duka kerja dengan banyak orang.


Kalau kzl, aku bakal ngomong terus, tapi kalau marah, maka prinsip diam adalah emas akan kuberlakukan.

Tidak ada usaha yang mengkhianati hasil, kan? Semua rasa lelah itu akhirnya terbayar.



Dear, Andy. Remaja yang kutahu betul memiliki tingkat sensitivitas tinggi. Sebagai pimpinan regu, aku yakin ada beban tak kasat mata di pundakmu. But, you are doing an awesome job. Kelihatannya sepele tapi dengan mengambil alih kegiatan saat teman-temanmu terlihat lelah, merapikan home sate dan memastikan teman-temanmu bisa tidur, sesungguhnya adalah hal besar yang menunjukkan bahwa kamu adalah pemimpin yang hebat. Aku percaya bahwa di masa depan, dengan potensi serta skill yang mumpuni, akan mengantarkanmu jadi seseorang yang hebat. Tetapi, manajemen emosinya harus ditata mulai sekarang ya. Jangan lupa harus lebih banyak tersenyum juga :)

Dear, Mbak Um. Remaja satu ini juga perasa sekali. Berapa kali menangis karena melihat teman-teman yang terlampau kurang peduli? Tapi, kamu pun sama hebatnya. Tak kenal lelah sampai ambruk di akhir kegiatan. Sebagai pimpinan regu, memastikan semua berjalan lancar adalah tugasmu dan kamu berhasil melakukan itu. Hanya saja, di lain kesempatan  jadilah pribadi yang lebih tegas dan tidak menyimpan segala hal sendiri. Berbagilah agar tidak tumbang. Prestasi akademik dan nonakademik yang tidak diragukan lagi harus tetap diasah ya. Masa depan cerah sudah di depan mata, langkahmu yang harus dikuatkan lagi. Tetap semangat!


Untuk personil lainnya yang akan kurangkum jadi satu.
Farras, (eks, pratama putra) jangan mageran terus. Kami sejujurnya rindu lihat kamu yang aktif dan cepat tanggap. Jangan galau terus. Sekarang bukan waktu yang tepat untuk memikirkan soal hubungan asmara. Jalannya masih panjang. Karena yang terbaik akan bersama dengan yang terbaik pula, maka segeralah beranjak dari kegiatan magermu itu.
Rehan, (eks. waprat) tolong senyumnya ditambah. Jangan jadi kulkas. Tetap jadi Rehan yang semangat ikut kegiatan positif apa pun. Jangan berantem mulu sama Ira. Saling mendukung, oke?
Hatta, (eks. kebra alias ketua paskibra) belajar untuk menata emosi juga ya. Pemimpin yang hebat harus menunjukkan rasa sedih, kesal, marah, lelah, bahagia sewajarnya. Makan yang lebih banyak biar nggak terbang dibawa angin.
Bayu, (pratama putra yang sedang menjabat) perjalanan masih panjang.  Semangat harus tetap berkobar. Tingkatkan lagi skill-nya biar teman-teman lain juga tambah semangat. Jangan jadi bucin, oke?
Zizi, (waprat yang juga sedang menjabat) semangatmu harus dipertahanankan ya. Jangan sampai kendor. Tingkatkan juga skill-nya biar teman lain termotivasi. Jangan bucin sampai menganggu kegiatan sekolah dan prestasi.
Fariz (waprat saat ini) harus lebih percaya diri lagi ya, Sifat pendiamnya harus dihilangkan. Skill pramukanya harus meningkat ya.
Abik (ketos alias ketua OSIS saat ini) harus lebih bijak dan tegas. Kurangin nyengir nggak jelasnya. Belajarnya harus lebih rajin biar bapak Edwin bangga.
Yusuf/ Ucup (waketos saat ini) yang tak kusangka ternyata lebih rajin daripada personil lelaki lainnya. Terbiasa di bidang akademik dan harus lintas jurusan  ternyata nggak membuaat performa Ucup menurun. Gimana rasanya ikut lomba pbb dan koltong, Cup? Menyenangkan, doang? Iya, nggak?
Rayfal/ Repal (kebra alias ketua paskibra saat ini) yang skill teknologinya nggak diragukan lagi. Makan yang banyak ya, Pal. Jangan lelah buat belajar dan mengasah skill. Jangan mudah panik ya, Pal.
Najla (eks. pratama putri) yang tak kenal lelah. Segala kemampuan dan skill yang dipunya saat ini harus terus dikembangkan untuk bekal masa depan. Rasa percaya dirinya jangan sampai lepas.
Ira (eks. wakebra) jangan berantem mulu sama Rehan. Harus cepat tanggap bisa menempatkan diri dalam segala sesuatu. Harus lebih peduli dengan yang lain juga. Skill dan kemampuan yang ada harus tetap dikembangkan. Jangan lupa tersenyum.
Wulan/ Medhit (dirigen sepanjang masa, aktivis segala kegiatan) terus tersenyum karena senyum itu pasti akan menular. Jangan lelah untuk mengembangkan diri agar masa depan secerah sinar mentari.
Nafila (pratama putri sekarang) sugesti diri bahwa kamu kuat. Sakitnya jangan terlalu dirasa. Jadilah bijak dalam mengambil keputusan dan jangan bucin.
Yuli (waprat saat ini) sifat pendiamnya dihilangkan ya. Harus lebih banyak bersosialisi dan tetap semangat.
Bintang (waprat saat ini) terus semangat. Tingkatkan skillnya. Lebih percaya diri lagi. Jangan berhenti menyanyi.
Caca (mermaid yang selalu tersenyum) terus jadi anak yang aktif. Jangan lelah untuk jadi yang terbaik. Jangan pacaran mulu, Ca.
Luhur (anak tari dan aktivis kegiatan lainnya) tetap nari ya. Nggak boleh mudah menyerah. Harus berkembang dan membanggakan orang tua. Tetap tersenyum.
Nanda (waketos masa sekarang) yang sukses membuat tim tidur di luar nggak bisa tidur nyenyak wkwk. Tetap semangat. Sifat pendiamnya juga harus musnah. Jangan bucin juga.

Terima kasih, semuanya.
Orang liburan, kalian bekerja. Anak Pramuka, OSIS, Paskibra, Tari, Renang, sampai ketua-ketuanya pun dibawa kemah. Kurang mantap apa coba? Tetapi, rendah hati tetaplah menjadi keharusan. Tetap semangat dan terus mengembangkan diri.

Terakhir, untuk diriku sendiri alias pinkon dadakan. Harus lebih sabar. Harus lemah lembut  dalam berbicara. Tidak terlalu banyak mengeluh. Tetaplah jadi orang yang peduli dan bertanggungjawab. Kurangi menangis diam-diamnya :)




Terima kasih, 2019. Sampai berjumpa di jalan takdir yang membahagiakan lainnya.





You May Also Like

0 komentar

GOODREADS

Vicantika (Nurlovi Lestari)'s books on Goodreads
Online Wedding Online Wedding
reviews: 7
ratings: 38 (avg rating 2.95)

Bride Wars Bride Wars
reviews: 2
ratings: 27 (avg rating 3.63)